Senin, 01 Juli 2013

Cerpenku “berikan aku kesempatan terakhir!!"

“din…..nadin,kamu mau kemana?” teriak seorang gadis sebaya dari depan kantin.
“Mau pulang lah!”jawabnya singkat
“Kamu udah di tunggu sama dilla,dkk di depan kelas tuh!”jelas gadis itu..
“ok”
Gadis ini bernama Fera,dia adalah siswa kelas 8 di sebuah smp swasta yaitu smp tarakanita.
Dia adalah siswi teladan di sekolah ini.mungkin semua siswa juga mengenal fera dengan baik.tapi ada 1 siswi yang cukup jutek dengannya,dia adalah nadin. Sejak duduk di bangku kelas 7-8,mereka adalah sahabat dekat yang sulit di pisahkan.Mereka juga tinggal serumah,karena sebelum orangtua Fera meninggal ia menitipkan Fera kepada orangtua nadin.Tetapi tidak tahu kenapa akhir-akhir ini,Nadin seperti membenci Fera.
Suatu hari,Fera sedang ke perpustakaan. Disana,dia berniat untuk bergabung dengan nadin dan ketiga teman dekatnya yaitu jenny,dillla,dan keysha.
“Teman”,bolehaku gabung disini?”tanya Fera
“Nggak boleh!”jawab Nadin ketus
“Sana mending kamu pergi darisini!”kata Jenny
“Ya sudah aku akan pergi,maaf aku sudah mengganggu kalian.”jawab Fera dengan sabar
Kemudian dia mencari tempat duduk yang kosong dan membaca sebuah novel dengan serius. 5 menit kemudian,dia kembali ke kelasnya untuk mempersiapkan ulangan geografi. Setelah itu bel pun berbunyi,semua siswa berlari menuju kelasnya.Dengan cepat Guru geografi pun langsung memasuki kelas 8a,kelas Fera dan nadin. Ulangan pun di mulai,sebagaisiswi teladan Nadin dan Fera pun mengerjakan soal” dengan tenang. Tidak seperti teman”nya yang kebingungan mencari contekkan. 30 menit telah berlalu,waktuulangan telah selesai.Mereka bergegas keluar kelas untuk menuju ke rumah masing” karena ini jam terakhir. Tetapi tidak dengan Fera,dia justru masih sibuk dengan buku”nya.
“Kamu tidak pulang fer?”tanya bu siska guru Geografy
“Nanti dulu bu,saya mau membereskan buku” ini dulu.” jawab fera
“Kalau begitu,ibu tinggal dulu ya fer.”kata bu Siska
“Ya bu”jawab Fera
Setelah beres”,dia menuju gerbang sekolah.Ternyata ada mama Nadin yang sedang menunggu dirinya dan Nadin. Fera berlari menuju mobil tante fritzka,mamanya Nadin.
“Maaf,tante udah nunggu lama ya?” tanya Fera lembut
“Baru aja kok sayang.”jawab tante Fritzka
“Oh begitu.Apa nadin belum keluar,tante?”tanya Fera
“Belum,daritadi tante nggak lihat Nadin.” jawab tante Fritzka cemas
Kemudian Fera masuk ke mobil,sekitar 15 menit mereka menunggu Nadin. Tetapi,Nadin belum juga kelihatan.Tiba-tiba Fera mengeluh kesakitan. Akhirnya,mobil tante Fritzka langsung melaju ke rumah dan meninggalkan Nadin. Tante Fritzka khawatir dengan keadaan Fera. 2 menit setelah mobil melaju, Nadin keluar dari gerbang sekolah. Dia mencari cari mobil mamanya. Dan ternyata tidak ada. Dia merasa marah dan kesal. Di saat Nadin kebingungan,tiba” ada bel klakson sepeda motor di depannya.
“Bareng aku aja din?” tawar seorang cowok keren
“Makasih kak,tapi aku mau nunggu mama saja!” jawab Nadin ramah
“Percuma lagi,tadi aku lihat mama kamu udah pulang duluan sama Fera.”kata cowok itu
“Apa benar? Ya sudah aku bareng kakak.” kata Nadin dengan sedikit sebal dengan sang mama
Cowok itu adalah kakak kelasnya. Dia bernama Vido. Nadin dan Vido sudah saling kenal dan akrab sejak Nadin mengikuti mos. Karena Vido adalah pengurus osis. Singkat cerita,motor yang di kendarai Vido sudah sampai di depan rumah Nadin. Nadin pun mengucapkan trimakasih kepada Vido yang sudah mengantarnya. Lalu,dia menuju ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam rumah, Nadin menemui mamanya.
“Ma,kenapa tadi ninggalin aku di sekolah dan pulang dengan Fera?Artinya mama lebih sayang sama anak orang daripada aku,anak mama sendiri!”teriakku kesal
“Nadin,bukanmaksud mama begitu. Mama menyayangi kamu dan Fera sama.Tadi mama dan Fera sudah menunggu kamu lama,dan tiba” Fera pusing.Karena mama khawatir terjadi sesuatu dengan dia,makanya mama cepat” membawa dia pulang.”jelas tante Fritzka
“ Jadi mama khawatir sama Fera bukan sama aku.Mama memang nggak adil.”teriak Nadinsambil berlari menuju kamarnya
Tante Fritzka pun membiarkannya.Lalu dia pergi menuju ke kamar Fera untuk melihat keaadaanya. Setelah mengetahui keadaan Fera baik-baik saja,dia meninggalkan Fera dan pergi ke dapur.
Sementara,Nadin masih menangis terisak-isak di dalam kamarnya. Dia merasa sejak kedatangan Fera dikeluarganya,kasih sayang kedua orang tua Nadin terbagi untuk Fera. Itu yang membuat Nadin membenci Fera.
Hari-hari berjalan seperti biasa. Saat hari senin di SMP Tarakanita,di umumkan bahwa 2 minggu lagi siswa kelas 8-9 diadakan pentas seni dan kegiatan bakti alam di Bandung. Acara tersebut berlangsung saat malam minggu dan diikuti oleh perwakilan kelas saja. Siswa yang mewakili kelasnya bergembira mendengar kabar itu. Banyak dari mereka yang sudah mempersiapkan pensi yang akan di tampilkannya.Fera dan Nadin adalah salah dua dari 6 siswa yang diwakilkan dari kelasnya.
“Terus mau nampilin pensi apa,Nad?” tanya Jenny yang juga perwakilan kelas.
“BAND.”teriakNadin dan Fera secara bersamaan
“Wah,kalian sehati ya!”kata Andhika yang muncul tiba-tiba
“Fera aja tuh yang ikutin aku.”kata Nadin sebal
“It’s Ok.Aku setuju kok dengan ide kalian Nad,Fer!”sahut Riko dengan bijaksana
“Kita juga setuju!”kata jenny,andhika,dan Dio serempak
Akhirnya,mereka setuju untuk menampilkanBand. Sepulang sekolah,mereka membagi tugas-tugasnya. Keputusannya, Fera(vocal),Nadin(bass dan vokal 2),Jenny (piano),Andhika(gitar 1),Dio(gitar 2),danRiko (drum).Sebenarnya,Nadin kurang setuju dengan keputusan tersebut. Dia ingin menjadi vocal 1,di posisi Fera.Tetapi,Nadin juga tidak bisa mengubah keputusan yang sudah di tetapkan Riko.Mau tidak mau Nadin menerima tugasnya.Tiap hari,dia giat berlatih dengan bandnya D’vactory.
Setelah 2 minggu berlalu,hari yang di tunggu”pun tiba.Mereka bersemangat mengikuti acara tersebut.Persiapannya dilakukan dengan antusias tinggi oleh siswa-siswi.Sore itu,kegiatan diawali dengan pembukaan.Acara selanjutnya yaitu kegiatan bakti alam. Mereka di ajak keperbukitan yang sangat indah dan luas. Setiap kelompok diberi satu tempat untuk ditanam beberapa tumbuhan untuk memperindah kebun,dan mengurangi polusi.Banyakcanda tawa di antara mereka.
Kegiatan bakti alam selesai pukul 5sore.Kemudian mereka membersihkan diri dan di beri waktu 2 jam untuk istirahat,ibadah,dan menikmati pemandangan yang sangat indah ini.Nadin dan kelompoknya pun bersantai di atas bukit sambil menyantap cemilan yang mereka bawa.Mereka juga berfoto-foto bersama. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 6,dan mereka bergegas untuk beribadah.
Sesudah itu,acara pensi pun dimulai.Dimulai dari perwakilan kelas 9a. Penampilannya sangat menakjubkan,mereka sangat menghayati masing-masing karakter yang diperankan. Ternyata Vido juga berperan dalam drama tersebut. Nadin melihatnya dengan senyum-senyum pula.
“Hello..lihatinsiapa sih?”tanya Andhika yang mengagetkannya
“Ya mereka semua lah.Siapa lagi?”jawab Nadin berbohong
“Masa’sih?pasti lihatin Vido ya?”canda andhika
“Bukan kok.”jawab Nadin menggerutu
“Ayo kita latihan di belakang,setelah ini kan kelompok kita tampil.” kata Andhika
“Apa?”jawabNadin kaget. Dia langsung ditarik Andhika ke belakang.Mereka berlatih dengan serius sebelum tampil. Tak lama kemudian,kelompok Nadin dipersilahkantampil.Mereka mempersembahkan sebuah lagu dari Peterpen yang berjudul “Semua Tentang Kita” dan sebuah lagu dari The Junas Monkey yang berjudul “Jadian”,merekapun mendapat sambutan yang sangat meriah.Setelah acara usai,Vido menemui Nadin dan Fera. Dia memuji penampilan mereka.
Esok harinya,mereka bersekolah seperti biasa. Sekarang,Fera dekat sekali dengan Vido.Tumbuh lagi rasa kebencian dihati nadin kepada Fera.
Hari-hari terus berlalu,nanti adalah malam tahun baru.Malam yang special untuk Nadin di tahun-tahun sebelumnya. Sore harinya,Nadin bergegas tidur agar nanti malam tidak mengantuk. Tetapi,Nadin terbangun saat pukul setengah 1 malam.Akhirnya dia kelewatan dengan detik-detik menjelang tahun baru. Kemudian dia keluar,mencari anggota keluarganya di kebun belakang. Hatinya begitu sakit saat dia melihat kedua orangtuanyabersenang-senang dengan Fera,Vido,dan teman” dekatnya.
“Kak Vido,ternyata asyik juga ya malam tahun baru bisa kumpul sama keluarga,dansahabat?”tanya Fera
“Iya dong Fer,kita nyalain petasan yuk?”kata Vido
“Ayo!!”jawabFera semangat
Setelah melihat Fera dan Vido menyalakan petasan secara bersamaan.Nadin langsung menghampiri mereka.
“Feraaa…kamutu jahat!”teriak Nadin sambil menangis
“Jahat kenapa Nad?”jawab Fera santai
“Kamu sadar nggak sih,selama ini kamu udah rebut kasih sayang mama dan papaku,kamuudah rebut semua sahabat aku,kamu juga udah rebut Vido orang yang aku cintai selama ini,dan sekarang kamu rebut momen-momen ini.Kamu udah merebut semua kebahagiaan aku!” teriak Nadin dengan tangis yang semakin menjadi-jadi
“Maafin aku Nad,bukan maksud aku merebut itu semua.Soal momen ini,aku sengaja nggak bangunin kamu karena aku tahu kamu lagi capek.”sesal Fera
“Halah omong kosong.Kamu tu memang nggak punya hati.Aku benci kamu selamanya.Dan aku benci kalian semua!” marah nadin
Nadin terus meneteskan air matanya. Dia merasa di khianati oleh sahabat”nya yang sebelumnya juga benci dengan Fera.Setelah itu sang mama menjelaskan semuanya.
“Nadin sayang,maafkan mama dan papa.Mama melakukan ini karena mama tidak ingin kamu terlalu kecapekan terus sakit. Lagipula setiap tahun kita juga sudah merayakan seperti ini.”jelas mama
“Tapi kenapa mama ajak Fera merayakan acara ini?”tanya Nadin
“Karena memang semalaman Fera tidak tidur,dia juga belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sampai orangtuanya tiada.”
Nadin tetap tidak terima dengan penjelasanmamanya.Akhirnya Nadin membuat pengakuan.
“Ma,pa,dan semuanya yang ada disini, asal kalian tahu,Aku kecewa bukan hanya karena kalian membahagiakan Fera.Tetapi karena aku ingin mendapatkan kebahagiaan seperti ini untuk yang terakhir kalinya.Selama ini aku telah mengidap penyakit kanker darah dan hidupku nggak lama lagi,aku tidak pernah cerita karena aku tidak ingin kalian sedih.”jelas Nadin sambil menangis
“Tolong berikan aku kesempatan untuk yang terakhir !!!”teriak Nadin
Setelah Nadin mengatakan pengakuannya,dia langsung terjatuh.Ternyata hidupnya berakhir sampai disini.Nadin sudah tidak kuat menahan sakitnya.
“Kenapa sih Nad kamu tinggalin aku secepat ini,andai saja kamu tau kalau perasaanku sama seperti kamu.Aku dekat dengan Fera hanya sebagai sahabat saja, tidak lebih.”kata Vido di depan jasad Nadin
“Nad,Maafkanaku yang selama ini sudah hancurkan kebahagiaan kamu. Tapi maksud aku bukan itu,aku hanya ingin bersama kamu sebagai saudara yang baik. Aku ingin mempunyai keluarga yang utuh.Sekarang aku akan pergi dari keluarga kamu agar rasa sakit hati kamu terbalaskan.Semoga kamu tenang di sana ya,Nad.”kata Fera menangis
“Kita sebagai sahabat kamu, bukan maksud kami untuk berkhianat.Tapi kami tau Fera itu teman yang baik.Kami ingin bersahabat dengan Fera juga.Maafkan kami,Nad. Do’a kami akan selalu menyertaimu.”kata jenny,dilla,dan keysha
Mereka semua sangat menyesal karena tak bisa membahagiakan Nadin di detik-detik terakhirnya. Hari pertama di tahun 2012 ini mungkin merupakan hari kesedihan untuk keluarga mereka.
“Selamat tinggal Nadin,sahabat terbaikku !!!” kata Fera dalam hati. Kemudian dia langsung berlari meninggalkan rumah Nadin.

_THE END_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar