“din…..nadin,kamu mau kemana?” teriak seorang gadis sebaya dari depan kantin.
“Mau pulang lah!”jawabnya singkat
“Kamu udah di tunggu sama dilla,dkk di depan kelas tuh!”jelas gadis itu..
“ok”
Gadis ini bernama Fera,dia adalah siswa kelas 8 di sebuah smp swasta yaitu smp tarakanita.
Dia adalah siswi teladan di sekolah ini.mungkin semua siswa juga
mengenal fera dengan baik.tapi ada 1 siswi yang cukup jutek
dengannya,dia adalah nadin. Sejak duduk di bangku kelas 7-8,mereka
adalah sahabat dekat yang sulit di pisahkan.Mereka juga tinggal
serumah,karena sebelum orangtua Fera meninggal ia menitipkan Fera kepada
orangtua nadin.Tetapi tidak tahu kenapa akhir-akhir ini,Nadin seperti
membenci Fera.
Suatu hari,Fera sedang ke perpustakaan. Disana,dia berniat
untuk bergabung dengan nadin dan ketiga teman dekatnya yaitu
jenny,dillla,dan keysha.
“Teman”,bolehaku gabung disini?”tanya Fera
“Nggak boleh!”jawab Nadin ketus
“Sana mending kamu pergi darisini!”kata Jenny
“Ya sudah aku akan pergi,maaf aku sudah mengganggu kalian.”jawab Fera dengan sabar
Kemudian dia mencari tempat duduk yang kosong dan membaca
sebuah novel dengan serius. 5 menit kemudian,dia kembali ke kelasnya
untuk mempersiapkan ulangan geografi. Setelah itu bel pun berbunyi,semua
siswa berlari menuju kelasnya.Dengan cepat Guru geografi pun langsung
memasuki kelas 8a,kelas Fera dan nadin. Ulangan pun di
mulai,sebagaisiswi teladan Nadin dan Fera pun mengerjakan soal” dengan
tenang. Tidak seperti teman”nya yang kebingungan mencari contekkan. 30
menit telah berlalu,waktuulangan telah selesai.Mereka bergegas keluar
kelas untuk menuju ke rumah masing” karena ini jam terakhir. Tetapi
tidak dengan Fera,dia justru masih sibuk dengan buku”nya.
“Kamu tidak pulang fer?”tanya bu siska guru Geografy
“Nanti dulu bu,saya mau membereskan buku” ini dulu.” jawab fera
“Kalau begitu,ibu tinggal dulu ya fer.”kata bu Siska
“Ya bu”jawab Fera
Setelah beres”,dia menuju gerbang sekolah.Ternyata ada mama
Nadin yang sedang menunggu dirinya dan Nadin. Fera berlari menuju mobil
tante fritzka,mamanya Nadin.
“Maaf,tante udah nunggu lama ya?” tanya Fera lembut
“Baru aja kok sayang.”jawab tante Fritzka
“Oh begitu.Apa nadin belum keluar,tante?”tanya Fera
“Belum,daritadi tante nggak lihat Nadin.” jawab tante Fritzka cemas
Kemudian Fera masuk ke mobil,sekitar 15 menit mereka menunggu
Nadin. Tetapi,Nadin belum juga kelihatan.Tiba-tiba Fera mengeluh
kesakitan. Akhirnya,mobil tante Fritzka langsung melaju ke rumah dan
meninggalkan Nadin. Tante Fritzka khawatir dengan keadaan Fera. 2 menit
setelah mobil melaju, Nadin keluar dari gerbang sekolah. Dia mencari
cari mobil mamanya. Dan ternyata tidak ada. Dia merasa marah dan kesal.
Di saat Nadin kebingungan,tiba” ada bel klakson sepeda motor di
depannya.
“Bareng aku aja din?” tawar seorang cowok keren
“Makasih kak,tapi aku mau nunggu mama saja!” jawab Nadin ramah
“Percuma lagi,tadi aku lihat mama kamu udah pulang duluan sama Fera.”kata cowok itu
“Apa benar? Ya sudah aku bareng kakak.” kata Nadin dengan sedikit sebal dengan sang mama
Cowok itu adalah kakak kelasnya. Dia bernama Vido. Nadin dan
Vido sudah saling kenal dan akrab sejak Nadin mengikuti mos. Karena Vido
adalah pengurus osis. Singkat cerita,motor yang di kendarai Vido sudah
sampai di depan rumah Nadin. Nadin pun mengucapkan trimakasih kepada
Vido yang sudah mengantarnya. Lalu,dia menuju ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam rumah, Nadin menemui mamanya.
“Ma,kenapa tadi ninggalin aku di sekolah dan pulang dengan
Fera?Artinya mama lebih sayang sama anak orang daripada aku,anak mama
sendiri!”teriakku kesal
“Nadin,bukanmaksud mama begitu. Mama menyayangi kamu dan Fera
sama.Tadi mama dan Fera sudah menunggu kamu lama,dan tiba” Fera
pusing.Karena mama khawatir terjadi sesuatu dengan dia,makanya mama
cepat” membawa dia pulang.”jelas tante Fritzka
“ Jadi mama khawatir sama Fera bukan sama aku.Mama memang nggak adil.”teriak Nadinsambil berlari menuju kamarnya
Tante Fritzka pun membiarkannya.Lalu dia pergi menuju ke
kamar Fera untuk melihat keaadaanya. Setelah mengetahui keadaan Fera
baik-baik saja,dia meninggalkan Fera dan pergi ke dapur.
Sementara,Nadin masih menangis terisak-isak di dalam kamarnya.
Dia merasa sejak kedatangan Fera dikeluarganya,kasih sayang kedua orang
tua Nadin terbagi untuk Fera. Itu yang membuat Nadin membenci Fera.
Hari-hari berjalan seperti biasa. Saat hari senin di SMP
Tarakanita,di umumkan bahwa 2 minggu lagi siswa kelas 8-9 diadakan
pentas seni dan kegiatan bakti alam di Bandung. Acara tersebut
berlangsung saat malam minggu dan diikuti oleh perwakilan kelas saja.
Siswa yang mewakili kelasnya bergembira mendengar kabar itu. Banyak dari
mereka yang sudah mempersiapkan pensi yang akan di tampilkannya.Fera
dan Nadin adalah salah dua dari 6 siswa yang diwakilkan dari kelasnya.
“Terus mau nampilin pensi apa,Nad?” tanya Jenny yang juga perwakilan kelas.
“BAND.”teriakNadin dan Fera secara bersamaan
“Wah,kalian sehati ya!”kata Andhika yang muncul tiba-tiba
“Fera aja tuh yang ikutin aku.”kata Nadin sebal
“It’s Ok.Aku setuju kok dengan ide kalian Nad,Fer!”sahut Riko dengan bijaksana
“Kita juga setuju!”kata jenny,andhika,dan Dio serempak
Akhirnya,mereka setuju untuk menampilkanBand. Sepulang
sekolah,mereka membagi tugas-tugasnya. Keputusannya,
Fera(vocal),Nadin(bass dan vokal 2),Jenny (piano),Andhika(gitar
1),Dio(gitar 2),danRiko (drum).Sebenarnya,Nadin kurang setuju dengan
keputusan tersebut. Dia ingin menjadi vocal 1,di posisi
Fera.Tetapi,Nadin juga tidak bisa mengubah keputusan yang sudah di
tetapkan Riko.Mau tidak mau Nadin menerima tugasnya.Tiap hari,dia giat
berlatih dengan bandnya D’vactory.
Setelah 2 minggu berlalu,hari yang di tunggu”pun tiba.Mereka
bersemangat mengikuti acara tersebut.Persiapannya dilakukan dengan
antusias tinggi oleh siswa-siswi.Sore itu,kegiatan diawali dengan
pembukaan.Acara selanjutnya yaitu kegiatan bakti alam. Mereka di ajak
keperbukitan yang sangat indah dan luas. Setiap kelompok diberi satu
tempat untuk ditanam beberapa tumbuhan untuk memperindah kebun,dan
mengurangi polusi.Banyakcanda tawa di antara mereka.
Kegiatan bakti alam selesai pukul 5sore.Kemudian mereka
membersihkan diri dan di beri waktu 2 jam untuk istirahat,ibadah,dan
menikmati pemandangan yang sangat indah ini.Nadin dan kelompoknya pun
bersantai di atas bukit sambil menyantap cemilan yang mereka bawa.Mereka
juga berfoto-foto bersama. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 6,dan
mereka bergegas untuk beribadah.
Sesudah itu,acara pensi pun dimulai.Dimulai dari perwakilan
kelas 9a. Penampilannya sangat menakjubkan,mereka sangat menghayati
masing-masing karakter yang diperankan. Ternyata Vido juga berperan
dalam drama tersebut. Nadin melihatnya dengan senyum-senyum pula.
“Hello..lihatinsiapa sih?”tanya Andhika yang mengagetkannya
“Ya mereka semua lah.Siapa lagi?”jawab Nadin berbohong
“Masa’sih?pasti lihatin Vido ya?”canda andhika
“Bukan kok.”jawab Nadin menggerutu
“Ayo kita latihan di belakang,setelah ini kan kelompok kita tampil.” kata Andhika
“Apa?”jawabNadin kaget. Dia langsung ditarik Andhika ke
belakang.Mereka berlatih dengan serius sebelum tampil. Tak lama
kemudian,kelompok Nadin dipersilahkantampil.Mereka mempersembahkan
sebuah lagu dari Peterpen yang berjudul “Semua Tentang Kita” dan sebuah
lagu dari The Junas Monkey yang berjudul “Jadian”,merekapun mendapat
sambutan yang sangat meriah.Setelah acara usai,Vido menemui Nadin dan
Fera. Dia memuji penampilan mereka.
Esok harinya,mereka bersekolah seperti biasa. Sekarang,Fera
dekat sekali dengan Vido.Tumbuh lagi rasa kebencian dihati nadin kepada
Fera.
Hari-hari terus berlalu,nanti adalah malam tahun baru.Malam
yang special untuk Nadin di tahun-tahun sebelumnya. Sore harinya,Nadin
bergegas tidur agar nanti malam tidak mengantuk. Tetapi,Nadin terbangun
saat pukul setengah 1 malam.Akhirnya dia kelewatan dengan detik-detik
menjelang tahun baru. Kemudian dia keluar,mencari anggota keluarganya di
kebun belakang. Hatinya begitu sakit saat dia melihat kedua
orangtuanyabersenang-senang dengan Fera,Vido,dan teman” dekatnya.
“Kak Vido,ternyata asyik juga ya malam tahun baru bisa kumpul sama keluarga,dansahabat?”tanya Fera
“Iya dong Fer,kita nyalain petasan yuk?”kata Vido
“Ayo!!”jawabFera semangat
Setelah melihat Fera dan Vido menyalakan petasan secara bersamaan.Nadin langsung menghampiri mereka.
“Feraaa…kamutu jahat!”teriak Nadin sambil menangis
“Jahat kenapa Nad?”jawab Fera santai
“Kamu sadar nggak sih,selama ini kamu udah rebut kasih sayang mama
dan papaku,kamuudah rebut semua sahabat aku,kamu juga udah rebut Vido
orang yang aku cintai selama ini,dan sekarang kamu rebut momen-momen
ini.Kamu udah merebut semua kebahagiaan aku!” teriak Nadin dengan tangis
yang semakin menjadi-jadi
“Maafin aku Nad,bukan maksud aku merebut itu semua.Soal momen
ini,aku sengaja nggak bangunin kamu karena aku tahu kamu lagi
capek.”sesal Fera
“Halah omong kosong.Kamu tu memang nggak punya hati.Aku benci kamu selamanya.Dan aku benci kalian semua!” marah nadin
Nadin terus meneteskan air matanya. Dia merasa di khianati
oleh sahabat”nya yang sebelumnya juga benci dengan Fera.Setelah itu sang
mama menjelaskan semuanya.
“Nadin sayang,maafkan mama dan papa.Mama melakukan ini karena mama
tidak ingin kamu terlalu kecapekan terus sakit. Lagipula setiap tahun
kita juga sudah merayakan seperti ini.”jelas mama
“Tapi kenapa mama ajak Fera merayakan acara ini?”tanya Nadin
“Karena memang semalaman Fera tidak tidur,dia juga belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sampai orangtuanya tiada.”
Nadin tetap tidak terima dengan penjelasanmamanya.Akhirnya Nadin membuat pengakuan.
“Ma,pa,dan semuanya yang ada disini, asal kalian tahu,Aku kecewa
bukan hanya karena kalian membahagiakan Fera.Tetapi karena aku ingin
mendapatkan kebahagiaan seperti ini untuk yang terakhir kalinya.Selama
ini aku telah mengidap penyakit kanker darah dan hidupku nggak lama
lagi,aku tidak pernah cerita karena aku tidak ingin kalian sedih.”jelas
Nadin sambil menangis
“Tolong berikan aku kesempatan untuk yang terakhir !!!”teriak Nadin
Setelah Nadin mengatakan pengakuannya,dia langsung terjatuh.Ternyata
hidupnya berakhir sampai disini.Nadin sudah tidak kuat menahan
sakitnya.
“Kenapa sih Nad kamu tinggalin aku secepat ini,andai saja kamu tau
kalau perasaanku sama seperti kamu.Aku dekat dengan Fera hanya sebagai
sahabat saja, tidak lebih.”kata Vido di depan jasad Nadin
“Nad,Maafkanaku yang selama ini sudah hancurkan kebahagiaan kamu.
Tapi maksud aku bukan itu,aku hanya ingin bersama kamu sebagai saudara
yang baik. Aku ingin mempunyai keluarga yang utuh.Sekarang aku akan
pergi dari keluarga kamu agar rasa sakit hati kamu terbalaskan.Semoga
kamu tenang di sana ya,Nad.”kata Fera menangis
“Kita sebagai sahabat kamu, bukan maksud kami untuk berkhianat.Tapi
kami tau Fera itu teman yang baik.Kami ingin bersahabat dengan Fera
juga.Maafkan kami,Nad. Do’a kami akan selalu menyertaimu.”kata
jenny,dilla,dan keysha
Mereka semua sangat menyesal karena tak bisa membahagiakan
Nadin di detik-detik terakhirnya. Hari pertama di tahun 2012 ini mungkin
merupakan hari kesedihan untuk keluarga mereka.
“Selamat tinggal Nadin,sahabat terbaikku !!!” kata Fera dalam hati. Kemudian dia langsung berlari meninggalkan rumah Nadin.
_THE END_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar