“Luna…Luna…tunggu !!!” teriak seorang gadis sebaya
“Ada apa dyn?”
“Kamu tuh di tunggu anak-anak di depan ruang OSIS.”
“kok aku nggak tau ya?hmm,ya udah deh!yuk kita kesana!”
Ya… Aku adalah Luna,siswi kelas 2 di SMA 20
Jakarta.Dan ini hari pertamaku masuk disemester pertama.Menurut
teman-temanku aku adalah anak yang cukup jenius & baik hati. Benar
saja,aku di pilih menjadi wakil ketua OSIS di sekolah ini.Tapi,sejak
kepindahan seorang siswa di kelasku, aku jadi punya saingan yang cukup
berat dalam hal prestasi.Namanya Ryan.Sejak saat itu,aku nggak pernah
akur sama yang namanya Ryan.Padahal dia tinggal di depan
rumahku.So?kalian bisa bayangkan gimana jadinya? Untung aku masih punya
seorang sahabat yang selalu setia melerai saat aku & Ryan
berantem.Dia adalah Nadin.
“hai semuanya..sory udah nunggu lama,soalnya gue nggak tau kalau hari ini ada rapat!” ketika aku masuk ke ruang OSIS
“halah alasan aja loe..Wakil ketua kok nggak tanggung jawab!!”sindir seorang cewek yang sangat memusuhiku,yaitu cherry.
“Udah deh,nggak usah pada banyak omong.Mending kita mulai rapatnya!” kata sang ketua OSIS.Ryan.
Akhirnya,rapatpun di mulai. Kami membahas acara tour
yang akan kami laksanakan beberapa bulan yang akan datang. Tiba-tiba
datanglah seorang guru.Bu Friska.
“Anak-anak ibu minta waktunya sebentar. 1 bulan lagi,akan diadakan
perlombaan tingkat nasional di Semarang.Dan ibu sudah merapatkan bersama
guru” yang lain untuk memilih 10 anak dari kalian untuk mewakili
sekolah kita.Mereka adalah
Luna,Dita,Aurel,Nadin,Claudya,Ryan,Aldy,Satria,Revaldo,dan Kevin.Apa
kalian siap?”
“Siap bu!” jawab kami serentak
“Bu,kenapa harus mereka?Saya yang lebih pantas!!”protes cherry
Teman-teman pun menyorakinya “huuuuuuuuu!!!”
“Sudah-sudah..Cherry,ini adalah keputusan kepala sekolah,jadi kamu
nggak usah protes.Baik,nanti seusai rapat ini,10 anak yang tadi ibu
sebutkan berkumpul di lapangan basket.”
“Ya,bu.” jawab Ryan
Seusai rapat,kami menuju ke lapangan basket.Di sana
kami di bagi sesuai bidang perlombaan.Lagi-lagi aku harus berantem
dengan Ryan.Kenapa sih takdir harus selalu nyatuin kita dalam hal
apapun??Padahal kan aku udah punya Reifan,kekasihku.Akhirnya kami harus
tetap menerima kenyataanya.Aku mengikuti olimpiade sains bersama
Ryan.Dan,aku juga mengikuti festival band tingkat nasional bersama ke 5
temanku.Setiap hari kami harus ada pembinaan.
Disinilah permulaanku berbaikan dengan Ryan…
“Luna,siapa aja yang ikut festival band?” tanya Ryanpadaku.Baru kali
ini Ryan memanggilku dengan benar,biasanya cewek galak,cewekcentil
lah.Ada apa nih? Apa Ryan udah berubah?
“Gue,Nadin,Aurel,Satria,dan Revaldo.”jawabku tegas
“Kok gue enggak sih,cewek galak?” yah,mulai lagi deh panggil aku cewek galak. Aku fikir dia Udah berubah.
“Emang loe bisa apa?Terserah deh,sana loe protes aja ama Satria!”
Akupun pergi meninggalkanya. Aku sibuk mencari
sumber-sumber untuk Olimpiade Sains nanti. Tiba-tiba Reifan datang…
“Sukses ya,Lun!! Doa’in gue menang lomba basket ini.OK?”
“Iya,thanks ya Fan. Hmm,pasti donk. Apa sih yang enggak buat loe.hehe”
Saat aku ngobrol dengan Reifan, dari kejauhan Ryan
memandangku sinis. Akupun bergaya sok mesra dengan Reifan.Mungkin dia
cemburu?pikirku. Hmm,memang sih selama ini dia belum punya pacar.
Padahal dia kan lumayan keren & mantan kapten basket lagi. Dia
terlalu jutek kali ya?Ah masa bodoh.. Setelah itu Reifan pergi
meninggalkanku. Aku pun melanjutkan latihanya.
***
Keesokan harinya,
Aku dan ke-9 temanku berkumpul lagi untuk memutuskan
siapa yang berhak mengikuti festival band. Keputusan kami adalah Satria
jadi drummer,Revaldo bass’ist2,Aurel jadi keyboardist,Aku jadi bass’ist
1, dan Ryan jadi vokalist’nya. Nama band’nya adalah RADIKAL 78. Keren
kan? Dan setelah itu kami terus berlatih sesuai bidang perlombaan
masing-masing. Banyak canda tawa di studio band SMA 20 Jakarta ini.
Disini,aku bisa bercanda dengan Ryan. Ternyata,Ryan cowok yang baik
juga.
Hari-hari terus kami lewati dengan penuh keceriaan…
Hari ini,waktunya aku mengikuti pembinaan Sains
bersama Ryan. Dia memang benar-benar cerdas. Kami selalu bergantian
mengajari satu sama lain. Lambat laun aku jadi akrab dengan Ryan. Lama
juga,aku tidak berkomunikasi dengan Reifan karena kesibukan
masing-masing. Besok Reifan akan mengikuti kompetisi basket diBandung.
Tiba-tiba ada motor yang berhenti di hadapanku.Ryan.
“Pulang bareng nggak?”
“Nggak usah.Makasih.”
“Ya Udah,gue duluan ya.”
Ryan pun pergi meninggalkanku. Sepulang sekolah
itu,aku terus berjalan menuju halte untuk menunggu angkot.Siang
itu,terik matahari sangat menyengat.capek sekali rasanya. Akhirnya
sampai juga aku di depan rumah,di antar oleh angkot langgananku. Akupun
langsung masuk kamar & merebahkan diri.
***
Sekarang hari sabtu, hari dimana kompetisi basket
itu di laksanakan. Hmm,untungnya hari ini pembinaan di liburkan.
Otomatis,aku ikut bersama teman-temanku jadi supporter tim basket SMA 20
Jakarta.
Kompetisi pun di mulai,kali ini SMA 20 Jakarta
berhadapan dengan SMAN 1 Cimahi.Lawan yang tidak bisa di remehkan. Pada
babak pertama ini, tim basket SMAN 1 Cimahi ungguldengan score 25-14.
Tetapi pada akhirnya,tim basket SMA 20 Jakarta menjadi juara 1 di
kompetisi ini dengan score 49-27. Kami para supporter langsung memberi
selamat pada para pemain. Saat merayakan kemenangan ini,tiba-tiba……….
“Aduh..sakit banget!!” kata Reifan sambil memegang hatinya
“Kamu kenapa fan?”tanyaku dengan penuh kebingungan
“Tenang aja sayang,kamu nggak usah khawatir.Ini udah biasa kok.”kata Reifan berusaha tegar
Tetapi,mungkin memang dia sudah nggak kuat..Reifan
pun pingsan.Aku histeris meminta pertolongan. Ambulance pun datang.
Reifan langsung di bawa ke UGD.
“Kamu nggak boleh kenapa-napa Fan,Ya tuhan tolong sembuhkanlah
Reifan!!Aku nggak sanggup kalau sampai terjadi apa-apa dengan
Reifan.”gumamku sambil mondar mandir di depan ruang UGD
Tak lama orang tua Reifan datang. Mereka sempat ngobrol dengan Ryan. Tiba-tiba dokter keluar dari UGD.
“Keluarga saudara Reifan?”
“Ya dokter saya papanya Reifan”
“Kami pihak rumah sakit sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi
penyakit yang ada pada tubuh saudara Reifan cukup berbahaya. Kalian
sudah sangat terlambat membawanya kesini.”
“Maksud dokter apa?”tanyaku bingung
“Saudara Reifan telah di panggil oleh tuhan yang mahakuasa.Dia mengidap penyakit kanker hati” jelas dokter
Aku dan semua yang ada di sana bagaikan di sambar
petir.Kekasihku telah pergi untuk selamanya.Aku bener-bener nggak
sanggup menerima kenyataan ini.Tapi,aku nggak bisa menolak takdir tuhan.
Saat di pemakaman,hanya tinggal aku,Ryan, & kakak Reifan yang ada di sana.
“Reifan,kenapa kamu harus ninggalin aku secepat ini.Aku sayang
banget sama kamu.Seharusnya kamu cerita kalau selama ini kamu mengidap
penyakit kanker hati.”gumamku di depan makam Reifan sambil menangis.
“Ryan,ini ada titipan dari Reifan,dia bilang suruh ngasihin ke loe
kalau dia udah nggak ada.” kata kakak Reifan sambil menyerahkan secarik
kertas padaku.
Ryan,gue mau minta tolong sama loe.Kalau gue udah
nggak ada nanti,gue harap loe jagain cewek gue (Luna) ya.Cuma loe
sahabat gue yang gue percaya bisa gantiin gue untuk Luna. Gue tau
kok,kalau sebenernya loe juga sayang sama dia.Jangan biarin dia nangis
ya!loe harus buat dia jadi cewek tegar & slalu ceria. Gue yakin Cuma
loe yang bisa nerima amanat dari gue ini.Thanks sobat!
Setelah Ryan membaca secarik kertas itu…
“Iya sob,gue akan berusaha buat lakuin amanat loe.”
Kemudian,Ryan mengajakku pulang. Dia mengantarku sampai ke dalam rumah.
“Yang sabar ya,Luna.Loe jangan gini terus.Loe nggak mau kan kalau
Reifan sedih disana gara-gara liat loe kaya gini!” kata Ryan
menenangkanku
“Thanks ya,Yan.Tapi gue lagi pengen sendiri,jadi loe pulang ya sekarang!”
“Oke.Loe istirahat ya!”
***
Pagi hari di sekolah...
Aku duduk di kelas sambil melamun. Padahal hari ini ada pembinaan seharusnya.
“Luna,yang sabar ya.Kita semua disini ikut berduka,Reifanjuga
sahabat kita.Jadi loe nggak boleh merasa sendiri gini.Gue bisa ngerti
kok perasaan loe.Tapi,gue mohon loe tetep bisa ikut pembinaan dengan
sungguh-sungguh.Loe harus nunjukkin ke Reifan kalau loe bisa dapat juara
1 dalam lomba besok.Pasti disana dia bangga sama loe.” jelas
Nadin,sahabatku.
“Thanks ya Nad.Loe emang sahabat gue yang paling pengertian.Ya udah kita ke studio yuk?”
Aku& Nadin pun menuju studio SMA 20 Jakarta.
Disana sudah ada ke-3 temanku yang menunggu. Aku langsung bersiap di
posisi bass 1. Tetapi,Ryan melihatku gelisah sekali. Kami pun memulai
berlatih. Di tengah-tengah lagu,suara dari bass 1(posisiku) tiba-tiba
fals. Aku nggak menyadari,karena sambil melamun…
“Apa loe baik-baik aja,Lun?mending loe istirahat dulu ya?”Tanya Ryan,lembut sekali.
“Gue nggak papa kok, Yan.Sory tadi gue nggak konsen.Kita mulai lagi ya!”
Kali ini,latihan berjalan sukses. Ryan sudah
berubah,dia begitu perhatian padaku.Setiap ku jalan berdua
dengannya,selalu ada bayang-bayang Reifan tersenyum.
***
Hari yang telah di tunggu-tunggu tiba. Kami
berangkat ke Semarang kemarin sore &sekarang telah sampai.kami
langsung menyiapkan segala sesuatunya.
“Rasanya gue belum siap ikut olimpiade ini,Yan.”kataku kepada Ryan
“Loe nggak boleh ngomong gitu,Luna.Kita harus bikin bangga SMA 20 Jakarta dan Reifan khususnya.”
“Ta…Tapii..i”
“Nggak usah tapi-tapian..Loe tu cerdas,jadi loe pasti bisa!!Biar
nggak nervous,loe pake bolpoin gue ya..bolpoin ini ajaib lho!!Mau
ya?”jelasnya sambil senyum
“Ya udah deh..Kita masuk ke ruang Olimpiade yuk?” ajakku
“Oke..Ayo!!semangat”
Lomba pun di mulai.Benar saja,bolpoin Ryan sangat
manjur menghilangkan rasa nervousku.Aku mengerjakan soal-soal dengan
mudahnya. Setelah itu kami menuju panggung. Disana kami melaksanakan
Festival Band tingkat nasional. Dan sukses!!Kami mendapat standing
uplose dari para juri. Aku pun bisa tersenyum lagi.
Sekarang adalah pengumuman lomba… Jantungku berdebar…
“Juara 3 Olimpiade Sains ini adalah SMAN 1 Cimahi : Sinta&
bayu,Juara 2 Olimpiade Sains ini adalah SMAN 1 Magelang : Bella
&Brian,dan yang mendapat Juara 1 Olimpiade Sains tingkat nasional
adalah SMA…20 Jakarta : Luna & Ryan,Selamat untuk para siswa yang
mendapat juara..Silahkan menuju ke atas panggung”kata pembawa acara
Aku sangat bahagia mendengarnya.Aku & Ryan pun
menuju ke atas panggung.Kami mendapat Trophy,piagam, dan uang pembinaan
sebesar 15 juta. Tak sadar aku meluk Ryan bahagia. Ryan pun
membiarkannya.
“Untuk kejuaraan festival band hanya ada 1 kejuaraan saja,dan yang
mendapat juara festival band ini adalah …RADIKAL 78.. Radikal 78 di
persilahkan menuju ke atas panggung.”kata sang pembawa acara
Aku bahagia untuk kedua kalinya. Akhirnya,SMA 20
Jakarta berhak menyandang JUARA UMUM “best of the best” . Aku dan ke-9
temanku di beri selamat oleh para guru.
***
Untuk para juara,malam ini belum boleh pulang.
Disana kami diberi pengarahan &permainan yang sangat asyik
sekali.Kami di suruh untuk berkenalan &bertukar no.HP dengan para
siswa sekolah lain. Di tengah malam itu,kami bernyanyi-nyanyi di tengah
hangatnya api unggun.
Tiba-tiba…
“Selamat ya Luna,kamu sukses!!Akhirnya kamu bisa buat bangga sekolah kita & Reifan.”ketika Ryan duduk di sebelahku
“Ini berkat kamu dan teman-teman juga,Yan.Thanks ya udah buat aku bahagia banget hari ini.”
“Sama-sama.Aku sayang sama kamu Luna” kata Ryan tiba-tiba
“Apa?”tanyaku bingung
“Iya sebenarnya aku tu sayang banget sama kamu.Selama ini aku selalu
ngajak berantem karena aku ingin selalu dekat sama kamu!!Maaf’in aku
ya?Aku juga senang banget waktu Reifan bilang kalau aku suruh jagain
kamu.Aku seneng kamu bisa tersenyum bahagia kaya gini.Akhirnya,aku
berhasil menerima amanat dari Reifan.”
“Aku juga sayang kamu kok!!”
Akhirnya,kami berpelukan di tengah hangatnya api unggun itu.
Dalam hati ku berkata “Fan,makasih ya.Kamu udah berikan amanat di
orang yang tepat. Ryan emang beda sama kamu.Tapi,aku juga sayang sama
dia. Aku bahagia disini. Dan aku yakin kamu udah bahagia di surga sana!!
:)..Ryan & Reifan love in my heart”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar